A. Muluk Al Tawaif ( Raja – Raja Kecil )
Setelah kekhalifahan Umayyah berkhir di Spanyol,
muncullah negara-negera kecil yang terus – menerus betikai dalam perang
saudara, kemudian mereka dikalahkan oleh dua dinasti Barbar dari Maroko,
dan sebagian lagi negara-negara kecil menyerah pada kekuasaan Kristen yang
tengah bangkit di utara.
Sebelum riwayat dinasti Umayyah hilang dari Spanyol
muncullah penguasa-penguasa baru diantaranya :
1. Bani
Hamudiyyah yang memproklamirkan sebagai penguasa yang berkuasa di Malaga
dan Algeciras antara tahun 1010 – 1057. Pendirinya adalah ‘Ali ibn Hammid tahun
1016 – 1018, yang dari namanya ia menghubungkan garis keturunannya kepada
menantu Rasulullah ( ‘Ali bin Abi Tholib ), tetapi ia sendiri sebenarnya
keturunan Barbar. Sebelumnya ‘Ali ibn Hamid menjabat sebagai gubernur Ceuta dan
Tangier sampai akhirnya ia memproklamirkan sebagai khlaifah di
Kordoba. Ia juga menaklukan Malaga dan Algeciras. Dinasti ini bertahan sampai
delapan keturunan sampai tahun 1057. Sebelum akhirnya direbut kembali oleh
Hisyam III alias al-Mu’tamad dari dinasti Umayyah. Tapi dinasti ini tidak
bertahan lama dalam situasi yang kacau, pada akhirnya dibentuklah dewan yang
diketuai oleh Abu Hazm ibn Jahwar yang menghapus kekhalifahan
Umayyah di Spanyol.
2. Dinasti
‘Abbadiyyah, dinasti ini didirikan oleh Muhammad ibn Abbad 1023 – 1042, yang
berkuasa di Seville, kemudian kekuasaannya meluas sampai ke Toledo. Pada masa
raja Mu’tamid dinasti ‘Abbadiyyah meminta bantuan kepada penguasa Murabithun di
Maroko untuk menghadapi pasukan Kristen ( pasukan Al Fonso VI ) di Spanyol.
Tapi sayang setelah pasukan Murabithun berhasil mengalahkan pasukan
AlFonso VI, tak lama kemudian malah menyerang dan menguasai dinasti
‘Abbadiyyah, maka berakhirlah dinasti ‘Abadiyyah di tangan sekutunya
sendiri pada tahun 1091.
3. Afthasiyyah atau
Banu Maslama, dinasti ini didirikan oleh Abdullah Al-Mansyur tahun 1022 – 1045
yang berkuasa di Badajos. Pada pemerintahan yang ke 3 yaitu masa Umar
Al-Mutawakkil 1068 – 1094 bersedia bekerja sama dengan orang Kristen ( pasukan
Al Fonso IV ) dengan menyerahkan daerahnya yaitu Leon dan Castile untuk
menyerang dan menaklukan kerajaan Islam lainnya yaitu Al-Murawiyyah.
Sungguh menyedihkan sesama dinasti Islam tidak bersatu malah bekerja sama
dengan Kristen untuk menguasai dinasti Islam lainnya.
4. Jahwariyyah, dinasti
ini didirikan oleh Jahwar tahun 1031 – 1041 yang berkuasa di Cordoba, dinasti
ini bertahan sampai 1069 dengan penguasanya yang terakhir Abdul Malik.
5. Dzun Nuniyyah,
didirikan oleh Abdur Rahman ibn Dzin Nun dengan wilayah kekuasaan di Toledo
tahun 1028 , dinasti ini bertahan sampai tahun 1085 dengan raja terakhir Yahya
Al-Qadir 1085 setelah ditalukkan oleh pasukan AlFonso VI.
6. ‘Amiriyyah di
Valencia 1021 – 1096, didirikan oleh Abdul Aziz Al-Mansyur 1021- 1061. Dinasti
dipimpin sampai enam generasi sampai akhirnya ditaklukan pada masa Al Qadhi’
Ja’far tahun 1096 oleh Al Murawiyyah.
Itulah sebagian di antara kerajaan – kerajaan kecil
di Spanyol yang saling berperang sesama kerajaan Islam yang akhirnya mereka
ditumpas oleh pasukan Kristen atau oleh pasukan lain dari luar Spanyol,
seperti Murabithun yang datang ke Spanyol atas undangan
raja ‘Abadiyyah, yang akhirnya menguasai sebagian besar wilayah Spanyol.
B. Al
Murabithun 1056 – 1147
Dinasti Murabithun pada awalnya adalah
sebuah kegiatan militer keagamaan yang didirikan pada abad 11.
Murabithun ( ribath ) sejenis benteng pertahanan Islam yang berada di
sekitar masjid. Masjid mempunyai doble fungsi sebagai tempat ibadah,
penyebaran da’wah sekaligus sebagai benteng pertahanan. Anggota pertamnya
berasal Lumtunah bagian dari suku Sanhaji yang suka mengembara di padang
Sahara. Salah satu kebiasaan mereka menggunakan cadar yang menutupi wajah di
bawah mata, kebiasaan ini dinamakan Mulatstsamun ( para pemakai cadar
) yang kadang – kadang menjadi sebutan lain bagi kaum Murabithun.
Kaum Murabithun berasal dari sebuah pulau di
Senegal, sebagai mana kebiasaan orang Barbar yang hidupnya nomaden, mereka
memperluaskan kekuasaannya dengan menaklukan suku satu persatu dan memaksanya
untuk mengikuti atau memeluk agama Islam. Pada awalnya gerakan Murabithun
adalah untuk da’wah Islam yaitu meningkatkan pengetahuan mereka tentang agama
Islam yang dipimpin Abdullah bin Yasin ulama besar yang diminta oleh Yahya ibn
Ibrahim seorang tokoh suku Sanhaji untuk berda’wah di suku mereka. Setelah
Abdullah bin Yasin meninggal da’wahnya dilanjutkan oleh Abu Bakar, kemudian
Yusuf ibn Tasfin. Dibawah pimpinan Yusuf ibn Tasfin gerakan Murbithun menjadi
besar dan menjadi sebuah dinasti. Pada 1061 Yusuf ibn Tasfin menguasai
Maroko, pada tahun 1062 Yusuf ibn Tasfin mendirikan Marakesh sebagai ibu kota
kerajaan. Meskipun Murabithun telah menjadi sebuah dinasti yang memakai
gelar amirul muslimin, tetapi dalam urusan spiritual mereka tetap mengakui
otoritas Khalifah Abasiyah di Bagdad. Koin dinar yang dipakai didepan
mencantumkan gelar amirul muslimin dan di belakang
mencantumkan amirul mu’minin.
Dinasti Murabithun yang berkuasa di Afrika
Utara ( Maroko, Aljazair sampai Senegal ) mendapat undangan dari raja al
Mu’tamid dari Bani Abbad yang berada di Spanyol untuk membantunya
menghadapi pasukan AlFonso VI. Sebenarnya tindakam al Mu’tamid mengundang Yusuf
ibn Tasfin banyak mengundang kritikan dari pembesar lainnya. Tapi al Mu’tamid
menjawab bahwa lebih bik ia menjadi seorang penunggang onta di Afrika daripada
menjadi seekor babi di Castile.
Yusuf ibn Tasfin menyambut baik undangan raja al
Mu’tamid. Ia bergerak melalui Spanyol Selatan berhadapan dengan pasukan Alfonso
VI di Zallakh dekat Badajos dan dengan kekuatan pasukan yang berjumlah 20.000
orang, ia berhasil mengalahkan pasukan Alfonso VI, tapi raja Alfonso VI dapat
melarikan diri dan selamat dari pasukan Yusuf ibn Tasfin.Dengan
kemenangannya ini ia mendapat sambutan yang hangat / antusias dari rakyat
muslim Spanyol dan mendapat pujian dari para penyair Seville, tapi sayang ia
tak dapat memahami sair – sair tersebut, dan kembali ke Afrika.
Yusuf ibn Tasfin merasakan bahwa daerah
Spanyol lebih subur , nyaman dan beradap ketimbang di Afrika yang tandus
dengan gurun sahara yang tidak menarik, maka timbul di hatinya untuk kembali ke
Spanyol, tapi bukan sebagai sekutu melainkan sebagai penakluk. Ia ingin
merebutnya dari kekuasaan al Mu’tamid yang dulu dibantunya ketika menghadapi
pasukan Alfonso VI. Pada bulan November 1090, ia memasuki kota Granada,
kemudian Seville, dan kota – kota utama lainnya. Seluruh wilayah Spanyol
muslim direbutnya kecuali kota Toledo dan Saragosa yang diizin untuk ditempati
orang Kristen dan Banu Hud. Raja Al Mu’tamid ditangkap dan dibuang ke
Maroko.Berakhirlah kekuasaan Bani Abbadiyah di tangan yang semula sekutu
kemudian berubah menjadi lawan. Madzhab yang dianut oleh dinasti Murabithun
adalah Maliki. Bahasa yang dipakai adalah bahasa Arab dan bahasa Spanyol.
Kemudian memilih kota Seville menjadi ibu kota kedua setelah Maroko di Afrika
Utara. Pada tahun 1106 Yusuf ibn Tasfin meninggal dunia dalam usia 100 tahun
dengan mewarisi wilayah yang luas meliputi Afrika Utara (Maroko, Aljazair
sampai Senegal) , Spanyol , Leberia Selatan dan kepulauan Atlantik. Kekuasaan
Dinasti Murabithun kemudian diganti oleh anaknya yaitu Ali ibn Yusuf
wafat tahun 1143 dan penguasa yang terakhir yaitu Ishaq ibn Tasyfin sampai
1147. Yang akhirnya dinasti ini takluk pada dinasti Muwahhidin setelah ibu kota
Marrakesh direbut oleh rivalnya dari suku Barbar yang lain.
C. Al
Muwahhidun 1147 – 1269
Sama halnya dengan dinasti Murabithun yang
memulai propagandanya dibidang keagamaan. Atau setidak – tidaknya menjadikan
agama sebagai dasar gerakan tersebut. Pelopor dan sekaligus sebagai pendiri
adalah Muhammad ibn Tumart yang lahir di Atlas tahun 1082 M. Dia berasal dari
suku Masmudah pegunungan Atlas Maroko. Dia merupakan seorang pengelana yang
haus ilmu pengetahuan. Dia belajar dari satu tempat ke tempat lain, mulai dari
Cordoba, Alexandaria, Mekkah dan akhirnya di Bagdad.
Setelah kembali dari perantauannya di Maroko, Ibn
Tumart mulai mengadakan propaganda pembaruan terhadap tradisi Islam yang
dogmatis kepada Pentauhidan yang murni dan tegas. Sebutan yang diberikan kepada
pengikutnya adalah al Muwahhidin yang berarti Penegak Keesaan Tuhan. Dalam
bidang teologi ia berpaham al Asy‘ariyah sedangkan bidang
tasauf ia memilih paham yang dikembangkan oleh imam al Ghazali dan bidang Fiqh
dia menganut madzhab Maliki . Ibn Tumart sangat keras dan terkadang kasar dalam
menanamkan moral dan kepercayaan agama, ia pernah memukul saudara perempuan
dari gubernur dinasti Murabithun di kota Fez karena tidak mengenakan kerudung.
Gerakan Muwahhidin semakin
lama semakin banyak pengikutnya di Aghmat Ibn Tumart berhasil memikat suku
Berbers Atlas.Suku itu sebelumya sudah memeluk agama Islam tapi sangat minim
pengetahuan mereka terhadap Islam. Dari gerakan keagamaan kemudian berubah
menjadi gerakan politik, dan para pengikutnya menyebutnya sebagai Imam Mahdi.
Gerakan ini semakin sukses karena dibantu oleh Abdul Muin, orang yang ahli dalam hal
strategi dan militer. Di kota Tin Malal (Tinmal ) mendirikan masjid sebagai
pusat pengajaran dan propagannya, dan di kota ini pada tahun 1121 M dijadikan
sebagai ibu kota pertama al Muwahhidin[9].
Setelah Ibn Tumart meninggal dunia tahun 1130
gerakan ini dipimpin oleh Abdul Mu’min yang kemudian menggunakan gelar khalifah
bagi dirinya. Dia berhasil menaklukan , mengusai kerajaan Hammiyah di
Bejaya, Ziridiyah diIfriqiyah, Teluk Sidra ,
dinasti Murabihtun dan ibu kotanya Marrakesh ( Maroko ) Afrika Utara
1145 , Padang Pasir Libya 1149. Pada tahun 1170 dia melakukan ekspansi ke
Spanyol dan berhasil menguasainya, maka berakhirlah dinastiMurabithun di
Afrika Utara dan Spanyol. Kemudian dia menjadikan Sevillle sebagai ibu kota
Dinasti Muwahhidin, tapi sang penguasa ini sering mondar mandir antara
Marrakesh ( Maroko ) dan Seville di Spanyol.
Dinasti Muwahhidun mencapai kemenangan
gemilang atas Spanyol dalam pertempuran di Alarcos tahun 1195 yang menandai
puncak kekuatan politik. Tapi tak lama kemudian ummat Islam mendapat serangan
dari pasukan Kristen dalam peperangan di Las Navas de Tolosa tahun 1212. Ini
merupakan satu kekalahan dalam sejarah ummat Islam di Spanyol dan sekaligus
mengawali terjadinya gerakan pemusnahan terhadap orang Islam.
Pada Dinasti Muwahhidun lahir sejumlah
tokoh – tokoh filsafat dan ilmu pengetahuan Muslim yang sangat dihargai
dikalangan Barat diantaranya : Ibn Tufayl wafat tahun 1185 karyanya
antara lain Hayy ibn Yaqzhan , Ibn Rusyd ( Averoes ) wafat tahun
1198, karyanya antra lain :al Kulliyat fi al Thibb, Tahafut al
Tahafut, Jami’, Matan Zubad, Ibn Zuhr ( Avenzoer ) wafat tahun 1162
karyanya at Taisir fi al Mudawah wal al
Tadbir , Ibn Arabi wafat tahun 1240 karyanya antara lain Fushush al
Hikam, Kimiyya al Sa’adah,Wahdah al wujud.
Pada masa ini juga tumbuh ilmu arsitektur yang
bercorak Musllim Spanyol.Sejumlah peninggalan seni arsitektur antara lain
Masjid Giralda yang sekarang menjadi Kathedral Agung di Seville, Masjid
Kutubiyyah di Marakesh, Masjid Hasan di Rabat dan di Maroko dia membangun rumah
sakit yang merupakan bangunan yang tiada tandingannya pada zamannya
1. Islam
masuk ke Afrika
Agama Islam masuk ke daratan Afrika pada masa Khalifah Umar
bin Khattab, waktu Amru bin Ash memohon kepada Khalifah untuk memperluas
penyebaran Islam ke Mesir lantaran dia melihat bahwa rakyat Mesir telah lama
menderita akibat ditindas oleh penguasa Romawi dibawah Raja Muqauqis. Sehingga
mereka sangat memerlukan uluran tangan untuk membebaskannya dari ketertindasan
itu. Muqauqis sesungguhnya tertarik hendak masuk Islam setelah menerima surat
dari Rasulullah SAW. Namun, karena lebih mencintai tahtanya maka sebagai tanda
simpatinya beliau kirimkan hadiah kepada Rasulullah SAW.
Selain alasan diatas Amru bin Ash memandang bahwa Mesir
dilihat dari kacamata militer maupun perdagangan letaknya sangat strategis,
tanahnya subur karena terdapat sungai Nil sebagai sumber makanan. Maka dengan
restu Khalifah Umar bin Khattab dia membebaskan Mesir dari kekuasaan Romawi
pada tahun 19 H (640 M) hingga sekarang. Dia hanya membawa 400 orang pasukan
karena sebagian besar diantaranya tersebar di Persia dan Syria. Berkat siasat
yang baik serta dukungan masyarakat yang dibebaskannya maka ia berhasil
memenangkan berbagai peperangan. Mula-mula memasuki kota Al-Arisy dan dikota
ini tidak ada perlawanan, baru setelah memasuki Al-Farma yang merupakan pintu
gerbang memasuki Mesir mendapat perlawanan, oleh Amru bin Ash kota itu dikepung
selama 1 bulan. Setelah Al-Farma jatuh, menyusul pula kota Bilbis, Tendonius,
Ainu Syam hingga benteng Babil (istana lilin) yang merupakan pusat pemerintahan
Muqauqis. Pada saat hendak menyerbu Babil yang dipertahankan mati-matian oleh
pasukan Muqauqis itu, datang bala bantuan 4.000 orang pasukan lagi dipimpin
empat panglima kenamaan, yaitu Zubair bin Awwam, Mekdad bin Aswad, Ubadah bin
Samit dan Mukhollad sehingga menambah kekuatan pasukan muslim yang merasa cukup
kesulitan untuk menyerbu karena benteng itu dikelilingi sungai. Akhirnya, pada
tahun 22 H (642 M) pasukan Muqauqis bersedia mengadakan perdamaian dengan Amru
bi Ash yang menandai berakhirnya kekuasaan Romawi di Mesir.
2. Perkembangan
Islam di Afrika
Pemabahasan mengenai masuk dan berkembangnya Islam di
Afrika mencakup beberapa wilayah negara yaitu Mesir, Libia, Tunisia, Aljazair,
Maroko, Mauritania, Nigeria, Mali, Pantai Gading, Sudan, Ethiopia, Kenya,
Zambia dan lain-laannya. Namun yang akan dibahas kali ini hanya sebagiannya
saja.
a. Mesir
Mesir adalah kawasan Afrika pertama yang menerima masuknya
Islam di benua ini, penduduknya lebih kurang 42 juta jiwa, dimana sekitar tigs
jutanya beragama Kristen selebihnya beragama Islam. Bahkan, di kota
Iskandariyah hingga kini masih terjaga segala macam kebesaran umat Nasrani
Orthodox tanpa diganggu keberadaannya oleh umat Islam. Di Mesir terdapat
delapan universitas diantara yang termashyur ke seluruh dunia ialah Al-Azhar di
Kairo yang didirikan oleh Bani Fathimiyah pada tahun 972 M. Disana banyak
mahasiswa-mahasiswa yang belajar dari seluruh dunia termasuk dari Indonesia
yang kebanyakan mendapat beasiswa untuk belajar ilmu agama maupun pendidikan
umum seperti kedokteran, tekhnik dan lain-lainnya.
Sementara itu, perluasan pengaruh Islam di kawasan Tunisia
telah terjadi sejak pemerintahan Khalifah Usman bin Affan tahun 23-35 H
(644-656 M) oleh Panglima Abdullah bin Sa’ad bin Abi Sarah dengan menghancurkan
tentara Romawi yang telah jatuh reputasinya. Sehingga pasukan Abdullah bin
sa’ad dengan mudah menguasainya. Sedang masuknya Islam ke Maghribil Aqsha atau
Afrika Utara sesudah berdirnya daulah Bani Umayah dibawah pimpinan Khalifah
Walid bin Abdul Malik, yang memberikan tugas tersebut kepada Panglima Musa bin
Nushair yang akhirnya ditunjuk sebagai gubernur wilayah itu.
b. Libya
Negeri Mouamar Ghadafi ini merupakan kawasan terpanas di
Timur Tengah, dengan luas 1.795.540 km berpenduduk ± 3 juta jiwa terdiri dari
bangsa Arab, Barbar serta Palestina hampir seluruhnya beragama Islam. Rakyat
hidup dari sektor pertanian, dan setelah sebagian penduduknya menjadi tenaga
kerja dalam industri ini, selebihnya mengandalkan tenaga-tenaga asing.
c. Nigeria
Nigeria terletak di sebelah barat Afrika termasuk negara
yang kaya minyak yang diekspor ke Amerika Serikat terbesar kedua setelah Saudi
Arabia. Penduduknya terdiri atas macam-macam suku bangsa berjumlah ± 90 juta
dan 75 % beragama Islam selebihnya Kristen maupun Animisme. Negeri-negeri yang
menikmati pengaruh Islam di kawasan Afrika dan hingga kini penduduknya mayoritas
beragama Islam antara lain Maroko, Sudan, Al-Jazair, dan Ethiopia.
No comments:
Post a Comment